Aturan bodoh busway

“Sudah dapat posisi antrian bagus kok disuruh pindah”

Seminggu ini busway memberlakukan peraturan baru yaitu pemisahan antrian berdasarkan gender. Menurut mereka, peraturan ini diberlakukan untuk mencegah adanya tindak pelecehan seksual seperti yang baru saja terjadi beberapa hari yang lalu. Meskipun niatnya baik tapi sayangnya banyak hal bodoh dalam pelaksanaannya.

1. Pintu

  • Pintu untuk bagian pria ada disebelah kiri (belakang) sedangkan pintu untuk wanita disebelah kanan (depan). Masalahnya untuk jalur seperti Blok-M – Kota hanya memiliki 1 pintu!
  • Pintu belakang untuk pria ukurannya selalu lebih kecil dari wanita, sementara rata-rata tubuh pria ukurannya lebih besar dari wanita. Ibarat memasukkan gajah ke lubang jarum.
  • Pintunya sering macet!
  • Pintunya hanya dua dan masing-masing sudah ada jatahnya untuk pria dan wanita. Sekarang bagaimana mengatur antriannya supaya mereka yang keluar bisa didahulukan? Pasalnya pintu bagian belakang untuk pria sempit luar biasa!

2. Antrian

Menurut peraturan, pria dan wanita harus mengantri dalam jalur antrian berbeda.

  • Pria dan wanita harus dalam antrian berbeda kecuali pasangan suami istri. Masalahnya siapa yang mau cek surat nikah? Dengan alasan supaya tidak pisah antrian, saya bisa dengan mudah mengelabui mereka dengan mengatakan bahwa teman saya adalah istri saya.
  • Mendekati jam-jam sibuk pulang kantor, baik pria maupun wanita sama-sama buas. Apa mungkin mengatur orang agar tetap pada antriannya masing-masing sementara di jalur yang lain ada antrian yang kurang padat ? Kalau sudah begini, semua orang sudah tidak segan segan menerobos antrian!

3. Bau badan

Bau badan wanita lebih tajam daripada pria, tapi pria lebih jarang menggunakan parfum atau deodoran. Bayangkan kalau kita harus berdiri diantara pria “aktif” dengan aroma surga yang luarbiasa!

6 thoughts on “Aturan bodoh busway

    • Setuju mas “vintage cameras” hehe.. Salam kenal!
      Maksudnya saya setuju harus ada ide yang lebih baik. Berikut saya coba paparkan akar permasalahan dan solusi.
      Menurut saya meskipun ide pengelola busway untuk memasang kamera CCTV cukup mahal, tapi akan lebih efektif mencegah pelecehan seksual daripada pemisahan antrian berdasarkan gender.
      Kalau kita runut, pemisahan gender hanya memperparah masalah klasik mulai dari pintu yg sempit, membuat flow penumpang tidak macet sampai kelakuan orang2 yang buas pada saat jam sibuk.
      Berbagai macam keluh kesah berawal dari lamanya “waktu tunggu” busway di halte… solusinya?
      Kita tunggu saja aturan pemerintah tentang pembatasan jumlah kendaraan dalam waktu dekat ini.
      Saya ga lebih baik dari pemkot tapi saya yakin sekali mengatakan
      “pemisahan antrian tanpa mengurangi waktu tunggu adalah ide bodoh”

  1. Sebenernya sih gw OK2 aja dipisah, tapi merekanya ga siap dengan peraturan yang mereka buat sendiri. Seperti yang udah gw paparin, klo memang mo memberlakukan peraturan kek begini mereka harus nambah bus supaya gak harus berjejalan.
    (pelecehan bukan di halte, tapi di dalam bus!). Trus pintunya juga harus dibenerin, uda pintu belakangnya kecil, suka macet, banyak orang keluar pula di jalur itu..hufff

    Kalo gw ngeliat sih, mereka itu menyelesaikan masalah dengan masalah. Kan intinya bagaimana mengurangi kemungkinan pelecehan seksual di bus (mungkin mereka ga bisa bedain didalam bus dengan halte bus), lah kenapa jadi antrian yang dipermasalahkan. Coba aja deh lo liat besok klo udah padat, ce/co ga ada yg peduli ama antrian.

    • Tenkyu mas kidang pananjung. Ini sih lebih cenderung ke unek-unek daripada analisa hehe
      Ini Iksan KL 02 ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s