Pesan dibalik lagu shakira waka-waka (It’s time for Africa)

Hampir disetiap awal pertandingan sepak bola di Piala Dunia 2010, lagu Shakira yang berjudul Waka-waka (It’s time for Africa) diputar di televisi di seluruh dunia. Lagu yang menjadi soundtrack resmi PD 2010 ini menjadi sangat terkenal. Namun tahukah kita bahwa lagu tersebut ternyata adalah arransemen ulang dari lagu lama asal Cameroon yang berjudul Zamina (Waka-Waka)?

Lagu Waka-Waka (It’s time for Africe) yang dibawakan shakira pada pembukaan PD 2010 belakangan menjadi kontroversi dan pergunjingan di masyarakat Afrika. Pasalnya, sebagian dari mereka beranggapan bahwa lagu tersebut seharusnya dibawakan oleh penyanyi yang berasal dari Afrika untuk menunjukkan sisi orisinalitas Afrika. Namun tidak sedikit juga yang menganggap bahwa Shakira telah melakukan hal yang tepat, karena dia dianggap dapat membuat lagu Zamina Waka Waka menjadi lebih hidup dibandingkan versi aslinya. Memang jika kita melihat track record dari soundtrack worldcup dari beberapa tahun yang lalu, hampir semua lagu PD tidak merujuk pada penyanyi tertentu.

Yang menarik adalah efek domino dari video klip lagu daerah “bajakan” yang dibawakan bertepatan dengan momen PD oleh penyanyi kaliber dunia, terhadap dunia pariwisata. Dibawakan dengan warna-warni yang kontras, ritme bersemangat layaknya musik militer, pemandangan alam liar ala Afrika dan tidak ketinggalan pakaian khas serta alat musik Afrika (tam tam), secara tidak langsung Shakira juga telah mempromosikan sisi pariwisata Afrika.  Bahkan menteri pariwisata Afrika Selatan sangat yakin bahwa dimasa mendatang mereka akan kebanjiran turis setelah momen PD 2010 berakhir.

Terlepas dari ada tidaknya kerjasama antara Shakira dan kementrian Afrika Selatan, cara pemerintah negara Afrika selatan yang sangat cerdas memanfaatkan metode promosi dari mulut ke mulut dan melalui media lagu patut diacungi jempol. Media promosi melalui video klip lagu seorang penyanyi kelas dunia tampaknya memang lebih efektif dibandingkan harus menghabiskan jutaan dollar untuk iklan pariwisata yang seringkali tidak efektif. Hingga saat ini saya belum menemukan istilah yang tepat untuk branding strategy seperti yang dilakukan oleh Shakira yang secara tidak langsung mempromosikan budaya Afrika. Namun yang menarik perhatian adalah bagaimana kita bisa mengadaptasi strategi pemasaran melalui video klip lagu untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Kekayaan alam dan kecantikan daerah pariwisata Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Dengan potensi wisata yang sangat besar, media promosi yang efektif hendaknya menjadi perhatian utama. Sebuah penelitian dipublikasikan oleh pakar branding and strategy, Derrick Daye, melalui websitenya menyatakan bahwa pesan secara yang disisipkan secara verbal jauh lebih menarik dibandingkan pesan lugas secara visual.  Dengan kata lain, pesan promosi yang disisipkan pada sebuah lagu akan lebih efektif dibandingkan pesan konvensional. Tidakkah kita jenuh dengan iklan-iklan pariwisata yang cenderung monoton seperti istilah Visit Indonesia yang masih digunakan sejak tahun 2001 hingga sekarang ?

Terbukti bahwa media promosi melalui film dan video klip lagu jauh lebih efektif dibandingkan dengan iklan yang berbiaya sangat besar. Masihkah kita ingat dengan usaha Andre Hirata mempromosikan Belitung melalui film Laskar Pelangi dengan menampilkan keindahan pantai Belitung? Sebelum film Laskar Pelangi ditayangkan, tak satu orangpun menyadari bahwa ada pulau seindah Belitung di Indonesia. Dan saya yakin bahwa masih banyak pulau-pulau “Belitung” lainnya di Indonesia yang masih belum terjamah oleh media.

Terinspirasi oleh video klip Waka-Waka yang mengadaptasi penyanyi kelas dunia yang menggunakan latar belakang budaya lokal sebagai media promosi, saya berpikir apakah cara yang sama dapat diterapkan sebagai metode promosi pariwisata Indonesia. Rasanya menarik jika bisa melihat penyanyi-penyanyi lokal yang sudah berkelas Internasional seperti Agnes Monica, Slank menggunakan latar belakang daerah-daerah berpotensi wisata sebagai video klip mereka diluar pulau Jawa. Dan bukan tidak mungkin, dengan budget yang sama kita bisa melihat penyanyi sekelas Beyonce atau Coldplay mengenakan batik atau ulos sebagai kostum dalam tema video mereka!

Viva Indonesia!

Official Soundtrack World Cup 2010

Original Version

5 thoughts on “Pesan dibalik lagu shakira waka-waka (It’s time for Africa)

  1. wow pichi. g baru tau u ada blog lol. hmmm pariwisata indonesia mungkin bisa sukses melalui metode film. kita tunggu aja kedatangan film eat, pray, love. tmnnya tmn g ada org rusia dy bnr2 terinspirasi bgt ama buku itu. ampe skrg tinggal di bali.

    • Iya, gw udah lama ga pernah nulis lagi. Sekarang karena lagi kosong, jd ada waktu untuk nulis nih.
      100% gw yakin metode film lebih efektif untuk pariwisata kita.
      Wah ga sabar. Boleh minta bocoran gak, daerah mana yang mau diangkat ?
      Pengarang bukunya siapa ?

  2. yg diangkat bali. ceritanya tuh ada cw karir dr new york ato mana gitu lah uda cape ama kehidupan monotonnya. trs dy putusin mo jalan2 ke itali buat wisata kuliner (eat), ke india buat hmmm kaya menemukan kehidupan spiritual (pray), trs ke indonesia tepatnya bali buat menemukan cinta sejati (love). haha bgitu d jadi eat, pray, love judulnya. pengarangnya elizabeth gilbert. bukuny new york times bestseller d kyny. klo di filmny tokoh utamany yg main julia roberts. slain bukunya dibaca bnyk org, aktrisnya ngetop gitu lagi jadi bisa dibilang bakal bnyk yg mo ntn film itu & bakal bnyk yg ngeliat keindahan indonesia haha

    • Mantap! Thank for your info. Ga sabar ngeliat filmnya. Cuma penasaran, si Elizabeth dapat inspirasi tentang Bali darimana ya?
      1 lagi, masalah keamanan. Mudah2an melalui film ini turis ga takut lagi ke indonesia dan isu-isu Indonesia sebagai negara sarang teroris bisa hilang hehe..

      • betul! semoga dgn film ini orang2 berpendapat indonesia adalah negara yg romantis. hahaha salah satu alasan pariwisata di paris sangat idup kan krn org2 berpendapat paris itu romantis. bgitu jg dgn venice dsb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s