An Inconvenient Truth VS The Great Global Warming Swindle (Penipuan ala ilmuwan)

Kedua film berikut ini adalah film yang sangat kontroversi dalam menggunakan data dan sangat disarankan agar kedua buah film ini ditonton secara bersamaan. Alasan kenapa aku tidak menyarankan untuk nonton film ini dari salah satu sisi aja  adalah karena mereka mencoba untuk membenarkan opininya masing-masing dengan data-data ilmiah. Sangat disayangkan ketika seorang  yang tidak bertanggung jawab (si pembuat film Global Warming Swindle) menggunakan analisis ilmiah dan data yang sangat meyakinkan untuk menghasut masyarakat awam.

An Inconvenient Truth VS The Great Global Warming Swindle

an-inconvenient-truthAn Inconvenient truth adalah film buatan Al Gore yang mengangkat topik tentang Global Warming.  Tujuan dari pembuatan film ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dunia tentang bahaya Global Warming.  Singkat cerita ada bagian dimana Al Gore menunjukkan data dari IPCC yang berisi informasi relasi antara kenaikan temperatur bumi rata-rata sejak revolusi industri dan konsentrasi CO2 dari tahun ke tahun. Lalu pihak Durkin mengambil kesimpulan bahwa kenaikan temperatur bumi memiliki trend yang sama dengan kenaikan konstrasi karbon dioksida di atmosfer bumi. Hingga saat ini kenaikan suhu bumi yang disebabkan kenaikan konsentrasi karbon dioksida masih diyakini oleh seluruh masyrakat dunia termasuk oleh Presiden United State, Barrack Obama. Hal ini jugalah yang memicu munculnya perjanjian carbon trade sebagai kompensasi atas setiap berat karbon dioksida yang dihasilkan oleh negara-negara penghasil emisi karbob dioksida untuk kemajuan Afrika.

the-great-global-warming-swindleFilm Global Warming Swindle adalah film yang dibuat oleh Martin Durkin 1 tahun setelah film Inconvenient Truth dirilis. Pada mulanya film ini ditayangkan di jaringan televisi UK dan televisi Channel Four, hingga kemudian beberapa minggu setelah itu ditayangkan kembali di 4 channel lainnya. Film ini banyak menuai kritikan keras dari masyarakat pecinta alam dan bahkan dari beberapa ilmuwan yang menjadi narasumber dalam film tersebut. Mereka mengklaim bahwa kenaikan rata-rata temperatur global sejak revolusi industri bukan disebabkan karena kenaikan konsentrasi carbon dioxide di atmosfer dan gas-gas greenhouse lainnya, melainkan dapat dijelaskan oleh aktivitas matahari. Semua data dipaparkan dan dijelaskan secara ilmiah dengan sangat meyakinkan oleh professor-professsor ternama dari University of Virginia, University of London, Harvard University, MIT (Massachusetts Institute of Technology) dll.

Lalu apa masalahnya ?

Masalahnya banyak sekali data-data yang digunakan dalam film The Great Global Warming Swindle keliru (misrepresentation) atauGrafik lebih tepatnya dengan sengaja dipalsukan. Film ini berusaha membuktikan bahwa trend kenaikan suhu yang diperlihatkan pada film Inconvenient truth adalah hasil rekayasa dengan menghilangkan beberapa data. Namun pada kenyataannya setelah film ini ditayangkan di televisi publik, justru film ini dikecam oleh banyak ilmuwan karena dengan sengaja melakukan pemalsuan data. Hasil klarifikasi dan referensi data yang sebenarnya menurut pengikut film Inconvenient Truth dapat anda liat disini.

Penipuan dengan menggunakan data-data dan penjelasan ilmiah seperti ini memang sangat sulit untuk dideteksi. Banyak mahasiswa ITB yang terhasut oleh gagasan ini karena mereka tidak memiliki akses untuk mengklarifikasi data-data yang digunakan. Selain itu hukum-hukum fisika yang digunakan pun sangat masuk akal. Berdasarkan beberapa sumber diketahui bahwa si pembuat film Global Warming Swindle dikabarkan meminta maaf kepada professor Carl Wunsch dari MIT karena dengan sengaja tidak menampilkan semua hasil wawancara sehingga menimbulkan kesalahpahaman.  Prof.Carl Wunsch mengatakan didalam film tersebut bahwa reservoir karbon dioksida terbesar adalah laut sehingga emisi karbon dari manusia sangat kecil jika dibandingkan dengan emisi karbon dari laut. Namun sebenarnya dia tidak bermaksud mengatakan bahwa emisi karbon dari industri tidak berkontribusi terhadap Man Made Global Warming.  Pihak Durkin telah dengan sengaja telah memotong bagian-bagian tertentu untuk memperkuat gagasannya bahwa tidak ada Man Made Global Warming.

Di dalam film tersebut tampak bahwa seolah-olah sebagian besar ilmuwan yang terlibat setuju dengan gagasan bahwa tidak ada Man Made Global Warming. Kenyataannya hampir semua ilmuwan tidak setuju dengan gagasan itu dan mereka merasa ditipu karena mereka tidak diberitahu tujuan pembuatan film tersebut sedari awal. yang sebenarnya. Parahnya lagi pihak  Martin Durkin tidak melakukan usaha sama sekali untuk memperbaiki kesalahpahaman tersebut dengan mengeluarkan edisi DVD. revisi Sang professor akhirnya menempuh jalur hukum, namun jawaban yang terlontar dari sang produser hanyalah permintaan maaf via telephone . Rasanya percuma saja permintaan maaf tersebut jika tidak dilakukan publikasi secara massal seperti ketika mereka membuat film Global Warming Swindle, karena masyarakat sudah terlanjur diprovokasi.

Kalau keadaannya sudah begini, hanya ada satu pihak yang diuntungkan. Siapa lagi kalau bukan perusahaan minyak dan tambang batu bara. Ada dugaan bahwa film ini dirilis sebagai media untuk memperbaiki citra perusahaan tambang dan minyak yang tengah terpuruk. Sepertinya film ini dirilis murni untuk propaganda.

Ada satu kejanggalan didalam film Global Warming Swindle yang tidak pernah dibahas. Didalam film tersebut ada seorang tokoh afrikan bernama James Shikwati yang menentang Global Warming dan juga pengarang dari film Global Warming Swindle. Isu tersebut dianggap membunuh afrikan karena mereka dipaksa agar tidak mengolah minyak yang mereka punya, dengan kata lain mereka tidak akan pernah mendapat suplai listrik. Rasanya memang tidak adil jika hanya kita yang menikmati listrik dan bisa menikmati hidup, sementara mereka masih pada tahap bertahan hidup. Bayangkan jika tidak ada listrik ? Tidak ada penerangan, tidak ada makanan yang bertahan lama di kulkas, tidak ada peralatan medik.

Siapakah Mr James Shikwati sebenarnya? Kebijakan carbon trade seharusnya memberikan keuntungan untuk negara-negara di Afrika karena setiap dollar yang dikeluarkan negara emitor karbon dioksida. akan dialokasikan untuk project pembangunan di Afrika. Masalahnya tidak ada yang bisa menjamin bahwa tanpa minyak bumi, penerangan bisa tetap menyala dan makanan  dapat selalu disimpan didalam lemari es setiap saat.

Kalau mau tahu lebih banyak keuntungan hadirnya perusahaan minyak, mungkin kita bisa tanya pada orang-orang yang bekerja di perusahaan minyak.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s